Pimpin Apel Kerja Terakhir, Kajati Sulut Ingatkan Peristiwa di Kejati DKI Jakarta

Pimpin Apel Kerja Terakhir, Kajati Sulut Ingatkan Peristiwa di Kejati DKI Jakarta

Di apel kerja terakhir, Kajati Sulut M. Roskanedi, SH mengingatkan jajarannya agar tidak main-main dengan penanganan perkara yang berimbas OTT KPK di wilayah hukum Kejati DKI Jakarta.

Manado, PORTAL SULUT – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) M. Roskanedi, SH, memimpin Apel Kerja Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut dan Kejaksaan Negeri Manado, Senin, (01/07/2019), pukul 07.30 Wita di halaman depan Kantor Kejati Sulut.

Apel kerja ini merupakan yang terakhir bagi Roskanedi. Ia di promosi untuk melaksanakan tugas baru sebagai Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis (Direktur D) pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI di Jakarta.

Jabatan Kajati Sulut akan di gantikan oleh Wakajati, Andi M. Iqbal Arief, SH.MH.

“Mungkin ini apel gabungan saya yang terakhir yang bisa saya hadiri. Kalau tidak ada perubahan tanggal 4 Juli 2019 akan dilaksanakan Serah Terima Jabatan kepada Kajati yang baru Andi M. Iqbal Arief, SH.MH.” ujar Roskanedi membuka amanatnya.

Roskanedi pun berpesan ke seluruh jajarannnya agar menjaga dengan baik kinerja Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut.

Roskanedi juga sempat mengingatkan jajarannya agar peristiwa yang baru terjadi di Wilayah Hukum Kejati DKI Jakarta menjadi pelajaran yang berharga.

“Mari kita bekerja dengan tertib, cermat, disiplin dan menjaga integritas dan tidak main-main dengan perkara. Mari kita menjaga kekompakan dan saling mengingatkan satu dengan yang lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” ujarnya.

Sebagai Korps Adhyaksa lanjutnya, kita sudah tahu dan hafal Doktrin Tri Krama Adhyaksa yakni Satya, Adhi dan Wicaksana.

Dalam setiap apel kerja kita selalu mengucapkan Doktrin Tri Krama Adhyaksa ini.

“Oleh karena itu mari laksanakan makna yang terkandung dalam Doktrin Tri Krama Adhyaksa dalam melaksanakan tugas setiap hari,” pesannya.

Terkait disiplin, Roskanedi mengatakan bahwa selaku pimpinan Ia telah berusaha memberi contoh dan teladan terutama masalah disipin.

Apa yang telah dikerjakan, apa yang telah kita lakukan terkait disiplin ini, agar di tingkatkan pada saat Pimpinan/Kajati Sulut yang baru nanti.

“Terimakasih atas kerjasamanya selama saya menjadi Kajati Sulut,” kunci Roskanedi.

Diketahui, Jumat (28/6/2019) pekan lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan lima orang terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Lima orang itu adalah Pengacara Sukiman Sugita, Pengacara Alvin Suherman, Pihak Swasta Ruskian Suherman, Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yadi Herdianto, dan Kasi Kamnegtibum TPUL Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yuniar Sinar Pamungkas.

Dari operasi senyap itu, KPK menetapkan Alvin sebagai tersangka pemberi suap.

Hasil pengembangan OTT ini KPK juga menetapkan Asisten Pidana Umum Kejati DKI Jakarta Agus Winoto, dan Pengusaha Sendy Perico sebagai tersangka.

Sementara itu, dua oknum jaksa yang ikut terjaring OTT, Yadi dan Yuniar, diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Keduanya bakal diproses secara etik di pengawasan dan perkara pidananya di Pidana Khusus Kejagung.

Yadi ditangkap oleh tim satgas antirasuah sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (28/6). Dari tangannya diamankan uang senilai Sin$8.100.

Yadi diketahui adalah perantara suap Sendy Perico kepada Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto.

Sementara itu, Yuniar ditangkap di Bandara Halim Perdana Kusuma. Ia diamankan sekitar pukul 16.00 WIB dan langsung dibawa ke Kejaksaan Agung.

Dari tangannya ditemukan uang sebesar Sin$20.874 dan US$ 700.

Peran Yuniar dalam kasus ini tidak jelaskan oleh komisi antirasuah maupun Kejagung. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan