Kangkangi Instruksi Presiden RI, Pelantikan DPRD Sulut Tembus Rp 1 M

Kangkangi Instruksi Presiden RI, Pelantikan DPRD Sulut Tembus Rp 1 M

Pelantikan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara terpilih periode 2019 – 2024 terbilang fantastis dengan menggelontorkan dana Rp 1 miliar.

Manado, PORTAL SULUT – Pesan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tentang efisiensi penggunaan anggaran dikangkangi Sekretariat DPRD Provinsi Sulut.

Hal ini terlihat dari besarnya pos anggaran pelantikan 45 anggota DPRD Provinsi Sulut terpilih periode 2019-2024 pada Senin (09/09/2019) pekan depan.

Pelantikan Wakil Rakyat ini dibandrol dengan anggaran sekira Rp 1 miliar dan telah di anggarkan dalam APBD tahun 2019 ini.

Sekretariat DPRD Sulut menganggarkan Rp 280 juta untuk makan dan minum, biaya tenda dan sebagainya.

Sementara untuk anggaran Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dan pengadaan emblem (PIN) emas bagi para anggota Dewan dianggarkan sebesar Rp 765 juta.

Kepala Bagian (Kabag) Persidangan DPRD Sulut Ronny Geruh mengungkapkan anggaran Rp 280 juta tersebut sudah mencakup beberapa komponen.

“Rp 280 juta itu sudah mencakup beberapa komponen sudah termasuk makan dan minum, honor, alat tulis kantor, sewa tenda, kursi dan sebagainya sudah masuk di anggaran tersebut,” tukas Ronny ke sejumlah wartawan, Kamis (05/09/2019) siang.

Terpisah, Kabag Umum Jackson Ruaw saat dikonfirmasi wartawan terkait anggaran PSL dan emblem mengatakan pengadaan PSL dan emblem sudah sesuai aturan.

“Perinciannya, untuk anggaran PSL per orangnya adalah Rp 7 juta dikali 45 anggota, jadi total Rp 315 juta. Dan untuk emblem atau pin anggota dewan perbuahnya sebesar Rp 10 juta dikalikan 45 anggota total Rp. 450 juta,” bebernya tanpa merinci dasar peraturan yang dimaksud.

Diketahui, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya pada sidang bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019) bulan lalu, sempat mengingatkan jajarannya untuk lebih efisien dalam menggunakan anggaran.

Jokowi sempat mencontohkan soal penggunaan anggaran untuk studi banding ke luar negeri, yang menurutnya sudah tidak relevan di era teknologi saat ini.

Sebab, berbagai informasi bisa didapat lewat ponsel pintar.

“Saya ingatkan kepada jajaran eksekutif agar lebih efisien. Untuk apa studi banding jauh-jauh sampai ke luar negeri padahal informasi yang kita butuhkan bisa diperoleh dari smartphone kita,” kata Jokowi.

Di depan para wakil rakyat, Jokowi menegaskan realisasi anggaran bukan diukur dari seberapa banyak anggaran yang telah dibelanjakan. Tetapi diukur dari seberapa baik pelayanan kepada masyarakat, seberapa banyak kemudahan diberikan kepada masyarakat.

“Anggaran negara harus sepenuhnya didedikasikan untuk rakyat,” kata Jokowi.

Pada lima instruksi kepada jajarannya dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, Presiden Joko Widodo juga menghimbau agar menggunakan anggaran seefisiien mungkin dan mengurangi belanja-belanja yang kurang produktif.

Namun, keinginan Jokowi untuk berhemat ini tampaknya berseberangan dengan kebijakan anak buahnya di daerah.

Salah satunya bisa dilihat dari pos anggaran pelantikan anggota DPRD Sulut periode 2019-2024 yang dibandrol di angka Rp 1 miliar. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan