Hormati Jam Ibadah Minggu, Prabowo Sengaja Undur Waktu Tiba di Manado

Hormati Jam Ibadah Minggu, Prabowo Sengaja Undur Waktu Tiba di Manado
Pendukung Capres Nomor urut 2, Prabowo Subianto yang menggelar kampanye akbar perdana di Manado, Minggu (24/03/2019)|Portalsulut.com|Simon

Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto benar-benar menghormati jam ibadah Minggu di kota Manado dengan mengulur waktu tiba di Manado.

Manado, PORTAL SULUT – Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto benar-benar menghormati jam ibadah Minggu di kota Manado dengan mengulur waktu tiba di Manado.

Awalnya, Prabowo dijadwalkan akan tiba di lokasi kampanye di lapangan Ternate Baru, Manado pukul 10.00 Wita, Minggu (24/03/2019).

Namun, akhirnya, dengan menggunakan pesawat jet pribadi seharga US$ 26 juta atau setara Rp 375 miliar berjenis Embraer Legacy 600 buatan perusahaan bernama Empresa Brasileira de Aeronautica SA, berbasis di Brasil, Prabowo dan rombongan mendarat di bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, pukul 10.40 Wita.

“Tadi bapak sempat meminta agar mengulur waktu tiba di Manado untuk menghormati jam ibadah Minggu masyarakat kota Manado,” jelas salah seorang ADC (Aide De Camp) Prabowo setelah mendarat di bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Setiba di Manado, Prabowo menyempatkan rehat sejenak di ruang VVIP bandara milik Pemprov Sulut didampingi Ketua DPD paetai Gerindra Sulut, Wenny Lumentut, Plt. Ketua partai Demokrat, E.E Mangindaan dan pinpinan partai koalisi lainnya.

Tepat pukul 11.24.20 Wita, Prabowo dan rombongan pun menginjakan kaki di lokasi Kampanye di lapangan Ternate Baru, Manado. Kedatangan Prabowo telah di nanti puluhan ribu pendukungnya dari berbagai daerah di Sulut yang tetap setia menanti di bawah teriknya sinar matahari sejak pukul 08.30 Wita.

Pantauan Portal Sulut, ribuan pendukung Capres nomor urut 2, Prabowo-Sandi terpaksa hanya bisa mendengar suara Capres idolanya dari kejauhan karena tak bisa memasuki area kanpanye.

Di akhir orasi politiknya, Prabowo sempat berjanji akan datang kembali ke Sulawesi Utara. “Saya akan datang kembali ke Sulawesi Utara untuk jiarah ke makam Opa dan leluhur saya di Langowan dan Tondano,” janji Prabowo.

Capres Prabowo Subianto diketahui lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Ia merupakan anak ketiga dan putra pertama dari Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar yang lebih dikenal sebagai Dora Soemitro.

Ayahnya merupakan seorang pakar ekonomi dan politisi Partai Sosialis Indonesia yang pada saat itu baru saja selesai menjabat sebagaiMenteri Perindustrian di Kabinet Natsir pada April 1952, tak lama setelah kelahiran Prabowo, Soemitro diangkat kembali sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo.

Prabowo memiliki dua orang kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati dan seorang adik lelaki, Hashim Djojohadikusumo.

Dari keluarga ayahnya, Prabowo merupakan cucu dari Margono Djojohadijusumo pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung yang pertama.

Keluarga Djojohadikusumo sendiri dikatakan merupakan keturunan dari Raden Tumenggun Kertanegara, seorang panglima laskar Pangeran Diponegoro di wilayah Kedu; dan Adipati Mrapat, Bupati Banyumas yang pertama.

Dengan itu, garis keturunan keluarga itu dapat ditarik lagi pada penguasa-penguasa awal Kesultanan Mataram.

Ibunya, Dora Marie Sigar berdarah Manado-Jerman lahir di Manado, Sulawesi Utara, 21 September 1921 dan meninggal di Singapura, 23 Desember 2008 pada umur 87 tahun.

Selama hidupnya, Dora Marie Sigar penganut agama Kristen.

Dora dikenal sahabat-sahabatnya sebagai pemain bridge yang tangguh dan sebagai pengurus Persatuan Bridge Indonesia.Keluarga Dora Sigar berasal dari Manado.

Ayahnya bernama Philip FL Sigar, dan ibunya bernama N. Maengkom.

Ayahnya yang merupakan seorang anggota Gementeraad Manado (1920-1922) dan pejabat Sekretaris Residen (Gewestelijk Secretaris) Manado (1922-1924) merupakan putra dari Laurents A Sigar (meninggal 1910) dan E. Aling. Kakek Dora merupakan Majoor/Hukum Besar (1870-1884) di Manado.

Salah satu nenek moyangnya adalah Benyamin Thomas Sigar (Tawaijln Sigar), yaitu kapitein atau pemimpin pasukan Tulungan atau Hulptroepen (pasukan bantuan) yang dikontrak pemerintah Hindia Belanda guna membantu mengatasi Perang Jawa (1825-1830). [Portalsulut.com]

Reporter : Simon Siagian

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan