Bupati Minahasa Akan Sulap TPA Jadi Tempat Wisata

Bupati Minahasa Akan Sulap TPA Jadi Tempat Wisata

Bupati Kabupaten Minahasa, Ir. Royke Octavian Roring, MSi akan menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Edukasi dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) menjadi tempat wisata.

Malang, PORTAL SULUT – Bupati Minahasa, Ir. Royke Octavian Roring, MSi mengapresiasi inovasi pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Roring melihat langsung inovasi tempat pembuangan sampah terpadu dengan sistem reduce, reuse, dan recycle (TPST 3R) yang berbasis masyarakat saat berkunjung langsung ke Pemkab Malang dalam rangka rencana Memorandum of Understanding (MoU) Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Edukasi dan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

Roring mengakui, sampah sering menjadi masalah tetapi jika pengelolaannya dilakukan dengan baik justru mendatangkan keuntungan dan menjadi pendapatan bagi masyarakat.

“Jika Tuhan berkenan, kita mengusahakan agar cara pengelolaan sampsh di Malang ini dapat diterapkan di Minahasa ke depan. Makanya sekarang kita pelajari dan koordinasikan dulu seperti apa bentuk kegiatan pengelolaannya,” kata mantan Penjabat Wali Kota Manado ini usai melakukan pertemuan dengan Plt Bupati Malang, Drs. H. M Sanusi di Kantor Bupati Malang, Rabu (19/06/2019) didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ir Wenny Talumewo dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dra Ria Suwarno dan Ir Audie Rumayar, M.Eng.

Lanjut Roring, inovasi yang dilakukan Pemkab Malang dinilai mampu mengubah kebiasaan dan cara pandang masyarakat dalam mengolah sampah.

Perhatian besar untuk mempertahankan keasrian lingkungan hidup itu pun menurut Roring sangat bagus untuk diterapkan di Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, Ir. Wenny Talumewo, yang turut mendampingi Bupati mengungkapkan pengelolaan sampah di Kabupaten Malang, TPA Edukasi dikelola dengan inovasi yang melibatkan masyarakat.

“Disini sampah dikelolah dengan mengambil gas metannya sehingga tidak berbau. Gas metan ini di distribusikan ke 300 rumah penduduk di sekitarnya dan menjadi bahan bakar. Sementara TPST 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) yang dikelola warga bisa menghasilkan income Rp. 150 juta per bulan dan warga disitu dapat lapangan kerja. Ada 80 warga jadi pekerja dan digaji dari hasil pengolahan sampah itu,” ungkap Talumewo.

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Minahasa kedepannya pun direncanakan akan disulap menjadi lokasi objek wisata yang akan dikunjungi banyak orang.

Menurut Talumewo, dengan penerapan prinsip pengelolaan sampah 3R nantinya di Minahasa, tidak akan mengeluarkan bau tak sedap.

“Kabupaten Malang membuat inovasi TPST 3R. Selain tempat pengelolaan sampah, juga sebagai objek wisata,” ungkapnya.

Talumewo juga mengungkapkan, dalam waktu dekat Pemkab Minahasa akan melakukan MoU dengan Pemkab Malang tentang TPST 3R tersebut.

“Kedatangan Pemkab Minahasa di Kabupaten Malang ini juga membahas tentang pariwisata dan kependudukan,” pungkasnya.

Diketahui, pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuce, Recycle (3R) berstandar nasional yaitu ; Reduce yaitu mengurangi segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya sampah. Reuce yaitu kegiatan penggunaan sampah kembali secara langsung. Recycle yaitu pemanfaatan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.