Resto Ayam Geprek Bensu Disinyalir Jual Daging Ayam Masih Mentah

Resto Ayam Geprek Bensu Disinyalir Jual Daging Ayam Masih Mentah

Konsumen mengkomplain resto makanan cepat saji Ayam Geprek Bensu karena disinyalir menjual makanan tak layak konsumsi.

Manado, PORTAL SULUT – Konsumen Ayam Geprek Bensu, Febry Kodongan komplain karena resto makanan cepat saji ini disinyalir menjual makanan tak layak konsumsi.

Melalui akun facebooknya, pada Senin (15/04/2019) malam, Kodongan memposting video berdurasi 19 detik yang menampilkan potongan daging ayam yang terlihat masih berdarah.

Pada detik ke 13, Kodongan menampilkan struk pembelian yang dikeluarkan resto Ayam Geprek Bensu yang terletak dibilangan jalan Wolter Monginsidi Manado.

Video yang menampilkan potongan daging ayam yang dijual Resto Ayam Geprek Bensu terlihat masih berdarah

“Ini bukan darah? Coba liat bae-bae no. Kecuali torang pe mata no katu. Napa depe nomor struk. Napa depe produk,” tutur Kodongan dalam bahasa Manado pada videonya.

Saat dikonfirmasi PortalSulut, Kodongan membenarkan peristiwa yang dialaminya dalam tayangan video tersebut.

“Benar. Kita beli lewat pesanan ojek online di Ayam Geprek Bensu. Sempat makan tapi harus berhenti karena kita lihat dagingnya masih berdarah. Setelah beberapa jam makan itu, perut saya sempat rasa tidak nyaman. Sempat 2 kali ke toilet. Tapi hari ini sudah normal lagi,” ujar Kodongan, Selasa (16/04/2019) siang.

Kodongan juga mengaku sempat melakukan komplain ke pengelola resto Ayam Geprek Bensu. Dirinya juga sempat dihubungi via telphon oleh pihak manajemen.

“Saya komplain. Dan sempat dihubungi pihak manajemen. Mereka bilang bersedia mengganti. Tapi ada jawaban pihak manajemen yang sangat tidak wajar dengan mengatakan kalau orang Jepang saja makan yang mentah tetap sehat. Jawabannya sangat tidak menghargai konsumen. Saya akan laporkan ini ke pihak Dinas Perdanganan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pengawasan,” jelas Kodongan yang mengaku akan mengeluhkan juga pelayanan dan sikap pihak resto ke Wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Store Leader Ayam Geprek Bensu, Chelin Mahadut dan Asisten Store Leader Geertje mengakui kelalaian pihaknya dan beberapa kali telah mencoba meminta maaf ke konsumen.

“Saya sudah jelaskan ke bapak itu kalau itu kelalaian kami, lebih khusus di bagian penggorengan. Dia mungkin salah melihat timernya atau bagaimana,” jelas Geertje seraya mengungkapkan jika pada malam kejadian ada pergantian orang di bagian penggorengan. [PortalSulut.com]

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan