Ratusan Unit Rumah Mewah di AKR Grand Kawanua Terancam Dibongkar Pemkot Manado

Ratusan Unit Rumah Mewah di AKR Grand Kawanua Terancam Dibongkar Pemkot Manado

Ratusan unit rumah mewah milik pengembang AKR Grand Kawanua Manado PT. Wenang Permai Sentosa yang terletak di Kecamatan Mapanget terancam di tutup dan di bongkar Pemerintah Kota Manado.

Manado, PORTAL SULUT – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimpinan Wali Kota Vicky Lumentut dan Wakilnya Mor Bastiaan tidak berkompromi terhadap investor nakal yang berinvestasi di Kota Manado.

Hal ini terbukti setelah Pemkot Manado melalui melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jumat (03/05/2019) kemarin menyegel dan menghentikan kegiatan pembangunan perumahan mewah di kawasan AKR Grand Kawanua City milik pengembang PT. Wenang Permai Sentosa (WPS).

Ratusan unit rumah mewah yang telah berdiri di 2 cluster AKR Grand Kawanua Manado, masing-masing sekira 100 an unit di cluster Victorian dan puluhan unit di cluster Emerald Grand Kawanua ini pun terancam di bongkar Pemkot Manado.

Kepala Dinas PM-PTSP Manado, Jimmy Rotinsulu dikonfirmasi melalui Kabid Pengendalian dan Kebijakan, Steven Runtuwene mengatakan pelaku usaha sama sekali belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Usaha untuk 2 cluster itu.

Kabid Pengendalian dan Kebijakan, Steven Runtuwene (kaos hijau) saat melakukan penyenggelan yang disaksikan manajemen AKR Grand Kawanua

“Pelaku Usaha belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Usaha, tapi berani bangun perumahan. Sudah banyak unit yang berdiri. Kalau tidak urus izin, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan lakukan penertiban,” ujar Runtuwene, Minggu (05/05/2019).

Runtuwene mengakui, pihak DPM-PTSP sudah beberapa kali mengingatkan agar tidak melakukan kegiatan pembangunan sebelum IMB dan Izin Usaha dimiliki.

“Jadi pengusaha kabal. Sudah dibilang jangan bangun dulu tapi sudah bangun. Jadi kami berikan Surat Peringatan Pertama, menyegel dan menghentikan kegiatan pembangunan di cluster Victorian dan Emerald Grand Kawanua,” jelas Runtuwene.

Mantan Kabag Humas Pemkot Manado ini pun menyatakan sikap Pemkot Manado sudah sesuai dengan perintah Wali Kota Manado yang mengacu ke Perda dan Perwako.

Pihaknya sudah membuka pintu lebar-lebar bagi pengusaha yang ingin melagalkan investasinya di Kota Manado.

“Kita tunggu mereka untuk mengurus izinnya ke kantor. Kita berikan waktu 7 hari kali 3 kali peringatan. Setelah 21 hari tidak ada niat baik, kami akan teruskan ke Dinas PU dan Sat Pol PP untuk lakukan penutupan atau pembongkaran,” tegas Runtuwene.

Diketahui, pihak Pemkot Manado telah beberapa kali melayangkan Surat Peringatan ke pihak pengembang AKR Grand Kawanua City dan grup perusahaannya, yakni PT. Harmas Sahabat Perkasa dengan nomor surat : 342/D.21/Pemdal-PTSP/III/2018 dan PT. Wenang Permai Sentosa, dengan nomor surat : 884/D.21/Pemdal – PTSP/VII/2018.

Catatan Portal Sulut, pengembang ini juga telah mendirikan bangunan di lahan yang tidak sesuai Perda RTRW Kota Manado.

Disinyalir, dalih kelangsungan pembangunan daerah, Perda RTRW Kota Manado nomor 1 tahun 2014 pun dipaksa untuk direvisi sebelum waktunya.

Revisi Perda RTRW Kota Manado ini telah rampung sejak tahun 2018 lalu.

Pengesahannya sendiri tinggal menunggu tandatangan Gubernur Sulut. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.