Malam Ini, Perjuangan Maria Walanda Maramis Dipentaskan Dalam Panggung Drama

Malam Ini, Perjuangan Maria Walanda Maramis Dipentaskan Dalam Panggung Drama
Pemeran Maria Walanda Maramis, Aurelia Kuron (gaun putih) saat GR|Portalsulut.com

Sutradara ternama, Eric MF Dajoh bersama Dinas Kebudayaan Sulut pentaskan drama perjuangan pahlawan nasional Maria Walanda Maramis di Graha Bumi Beringin, Senin (15/04/2019) malam ini.

Manado, PORTAL SULUT – Perjuangan Pahlawan Nasional Maria Walanda Maramis dipentaskan dalam panggung drama di Graha Bumi Beringin, Senin (15/04/2019) malam ini.

Skenario hasil guratan penulis muda Latirka Toar ini di racik langsung tangan dingin sutradara nasional, Eric MF Dajoh.

“Malam ini, Senin, 15 April 2019, pukul 19.00 Wita, kami akan pentaskan dalam panggung drama tari perjuangan pahlawan nasional Maria Walanda Maramis di Graha Bumi Beringin. Naskah ditulis penulis muda Latirka Toarbertajuk “Cahaya Zaman”. Dan saya sutradarai langsung. Pementasan ini merupakan produksi Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut,” ujar Eric Dajoh, Senin (15/04/2019).

Ibu Maria Walanda Maramis, Perempuan Minahasa ini merupakan prosesor emansipasi di Indonesia, yang di masa hidupnya telah memberi diri seutuhnya bagi pertumbuhan kualitas hidup para mama-nyora (isteri para pegawai pemerintahan penjajah), dan kaum muda di tanah Minahasa dan sekitarnya, tambah Eric Dajoh.

Peran Toar dan Lumimuut

“Ia menggumuli perannya di dalam memperjuangkan kemitrasejajaran kaum perempuan di tengah-tengah pergulatan kaum lelaki pada masa itu. Perjuangannya lebih awal dari perjuangan RA Kartini, dan lebih lama masa pengabdiannya, dibanding Kartini yang pada usia 25 tahun, sudah wafat. Tentu, suatu usaha yang tidak mudah, membangun kualitas diri perempuan dalam ketahanan keluarga pribumi, tanpa merendahkan peran laki-laki, atau suami dalam hirarki keluarga,” beber Dajoh.

Dalam pementasan malam ini, Maria Walanda Maramis diperankan langsung Aurelia Kuron.

“Dalam pementasan nanti ada juga aktris berbakat Eirene Juliana Debora dan Adelheid Celia,” ungkap Dajoh.

Eric Dajoh juga mengungkapkan, Ia bersama Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut akan mementaskan naskah drama tari “Cahaya Zaman” ini di acara puncak acara HUT TMII, pada Sabtu, 20 April 2019 nanti.”Jangan lupa untuk hadir langsung menyaksikan pementasan malam ini yah,” pesan Dajoh. [Portalsulut.com]

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan