Lagi, Anak Buah Wali Kota GSVL Dibidik Kejari Manado

Lagi, Anak Buah Wali Kota GSVL Dibidik Kejari Manado

Lagi-lagi anak buah Wali Kota Manado GS. Vicky Lumentut dibidik penegak hukum.

Manado, PORTAL SULUT – Anak buah Wali Kota Manado, GS. Vicky Lumentut lagi-lagi menjadi bidikan pihak penegak hukum.

Kali ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado bidik proyek pengadaan kenderaan dinas/operasional mewah di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Manado tahun 2013 berbandrol Rp 975 juta.

Kajari Manado, Maryono, SH, MH dikonfirmasi melalui Kasie Pidsus Kejari Manado, Januardi Jakhsa Negara, SH mengakui jika pihaknya tengah mempelajari sejumlah proyek pekerjaan di Pemkot Manado.

“Kami sebagai penegak hukum sudah sewajarnya melihat, mengamati dan menganalisa penggunaan uang negara di kota Manado. Kami membantu Pemkot Manado dari sisi hukumnya. Agar tidak terjadi penyalahgunaan keuangan negara. Jika ada indikasi yang berimplikasi menimbulkan kerugian negara, bisa terdeteksi lebih dini. Kita bersama-sama melakukan pencegahan. Bukan nanti ramai-ramai memadamkan api kalau sudah terbakar, begitu loh mas,” ujar Januardi, Rabu (21/08/2019) di kantornya.

Mantan Kasi Pidum Kejari Kabupaten Probolinggo yang berhasil menyeret pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang, Pimpinan padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ke kursi pesakitan ini juga tidak membantah jika pihaknya tengah mendalami pengadaan kenderaan dinas/operasional tahun 2013 di Sat Pol PP Manado yang terbilang fantastis dan mewah.

Kenderaan dinas/operasional ini di bandrol sekira Rp 975 juta.

“Benar Mas. Pengadaan kenderaan dinas/operasional tahun 2013 di Sat Pol PP Pemkot Manado salah satunya. Kami sudah memanggil Kasat Pol PP waktu itu, pak Xaverius Runtuwene. Kami panggil untuk klarifikasi saja, hari ini, Rabu (21/08/2019) pukul 09.00 Wita. Tapi hingga pukul 17.00 Wita sekarang, yang bersangkutan belum hadir. Sampai sekarang, tidak ada konfirmasi dari yang bersangkutan tentang ketidakhadirannya,” jelas Januardi menyesalkan sikap ketidak kooperatifan yang ditunjukan pejabat eselon II Pemkot Manado itu.

Kami akan panggil lagi, dan semoga yang bersangkutan punya itikad baik, ujarnya. 

Sementara itu, Kabag Hukum Pemkot Manado, Budi Paskah Yanti Putri SH, MH saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya mengakui tidak ada panggilan.

“Belum ada panggilan resmi terkait hal tersebut. Nanti kita cek,” jawab Kabag Hukum yang berasal dari lingkungan Kejaksaan ini singkat.

Diketahui, pada Oktober 2013 lalu, Sat Pol PP Manado dibawah kepemimpinan Xaverius A Runtuwene, SIP menyelenggarakan proyek pengadaan kenderaan dinas/operasional berbandrol Rp 975 juta.

Proyek dengan kode tender 249349 dimenangkan CV. MW dengan nilai penawaran Rp 970.200.000 yang disinyalir untuk pengadaan 1 unit mobil mewah jenis Jeep.

Namun, Runtuwene yang kini menjabat Kepala Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), dikabarkan tidak memenuhi undangan klarifikasi pihak Kejari Manado. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan