Belum Miliki Izin Usaha dan IMB, Perumahan Mewah AKR Grand Kawanua Disegel Pemkot Manado

Belum Miliki Izin Usaha dan IMB, Perumahan Mewah AKR Grand Kawanua Disegel Pemkot Manado

Pemerintah Kota Manado menyegel dan menghentikan kegiatan pembangunan perumahan mewah di 2 cluster milik pengembang AKR Grand Kawanua pada Jumat (03/05/2019).

Manado, PORTAL SULUT – Pembangunan perumahan mewah di 2 cluster milik AKR Grand Kawanua Manado PT. Wenang Permai Sentosa (PT. WPS), yakni cluster Victorian dan Emerald Grand Kawanua disegel dan dihentikan sementara oleh Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Manado pada Jumat (03/05/2019).

Puluhan bangunan yang telah berdiri di 2 cluster ini pun terancam dibongkar oleh Pemkot Manado.

Kepala Dinas PM-PTSP Manado, Jimmy Rotinsulu dikonfirmasi melalui Kabid Pengendalian dan Kebijakan, Steven Runtuwene mengatakan pelaku usaha sama sekali belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Usaha untuk 2 cluster itu.

Bangunan milik AKR Grand Kawanua PT. Wenang Permai Sentosa disegel Pemkot Manado, Jumat (03/05/2019).

“Pelaku Usaha belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Usaha, tapi berani bangun perumahan. Sudah banyak unit yang berdiri. Kalau tidak urus izin, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) akan kena penertiban nantinya,” ujar Runtuwene, Minggu (05/05/2019).

Runtuwene mengakui, pihak DPM-PTSP sudah beberapa kali mengingatkan agar tidak melakukan kegiatan pembangunan sebelum IMB dan Izin Usaha dimiliki.

“Jadi pengusaha kabal, sudah bilang jangan bangun dulu tapi sudah bangun. Jadi kami berikan Surat Peringatan Pertama, menyegel dan menghentikan kegiatan pembangunan di cluster Victorian dan Emerald Grand Kawanua,” jelas Runtuwene.

Saat ditanya sikap Pemkot Manado selanjutnya, secara lugas mantan Kabag Humas Pemkot Manado ini mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan tidak kompromi terhadap pemgusaha nakal.

Bangunan milik AKR Grand Kawanua PT. Wenang Permai Sentosa disegel Pemkot Manado, Jumat (03/05/2019).

“Kita tunggu mereka untuk mengurus izinnya ke kantor. Kita berikan waktu 7 hari kali 3 kali peringatan. Setelah 21 hari tidak ada niat baik, kami akan teruskan ke Dinas PU dan Sat Pol PP untuk lakukan penutupan atau pembongkaran,” jelas Runtuwene.

Diketahui, Agustus 2018 lalu, Pemkot Manado juga beberapa kali melayangkan Surat Peringatan ke pihak pengembang AKR Grand Kawanua City,  yakni PT. Harmas Sahabat Perkasa dengan nomor surat : 342/D.21/Pemdal-PTSP/III/2018 dan PT. Wenang Permai Sentosa, dengan nomor surat : 884/D.21/Pemdal – PTSP/VII/2018. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.