Tim Kejagung RI Dalami 2 Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Pemkot Manado

Tim Kejagung RI Dalami 2 Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Pemkot Manado
Kantor Kejari Manado

Tim penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) datang langsung ke Manado untuk melakukan pendalamanter 2 kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pemkot Manado.

Manado, PORTAL SULUT – Tim Penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) datangi kota Manado.

Kedatangan tim yang berjumlah 5 orang ini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah banjir bandang Manado tahun 2014.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado, Maryono, SH, MH membenarkan adanya tim Kejagung RI yang datang melakukan pemeriksaan lanjut terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di Pemkot Manado.

“Iya kami hanya memfalisitasi tempat,” ujar Maryono melalui pesan WhatsAppnya, Rabu (28/08/2019).

Maryono juga mengungkapkan tim Kejagung RI melakukan pemeriksaan terhadap 40 orang saksi.

“Waduuuh nanya terus he he. Saksi sekitar 40 orang, pemeriksaan 2 minggu,” jelas Maryono.

Namun, Maryono lebih memilih untuk tidak berkomentar saat ditanya lanjut terkait akan adanya penetapan tersangka baru.

.”No comeeeeeent,” ujarnya lagi.

Sementara itu, mantan Kasie Pidsus Kejari Manado, Januardi Jakhsa Negara, SH yang tampak turut mendampingi tim Kejagung RI, Rabu (28/08/2019) juga membenarkan adanya kedatangan tim Kejagung RI di Kejari Manado.

“Benar tim Kejagung RI sedang mendalami kasus dana banjir Manado tahun 2014,” jawabnya singkat.

Januardi mempersilahkan untuk mengkonfirmasi ke pihak Kejari Manado.

“Tanya pak Kajari aja yah,” ujarnya tanpa mau merinci nama-nama saksi dan materi pemeriksaan.

Informasi yang berhasil dirangkum Portalsulut di Kejari Manado, tim Kejagung sudah berada di Manado sejak Senin kemarin.

Tim akan berada di Manado hingga 14 hari kedepan, terhitung sejak Senin (26/08/2019) lalu untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berjumlah sekisar 40 orang.

Kedatangan tim Kejagung RI ini ternyata sekaligus untuk mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek revitalisasi pasar Pinasungkulan Karombasan Manado tahun 2017 lalu.

Diketahui, pekerjaan revitalisasi pasar Pinasungkulan Karombasan Manado ini menelan total anggaran sekisar Rp 23 miliar lebih.

Dana revitalisasi bersumber dari APBD Kota Manado melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebesar Rp 14.730.781.000 dan APBN Kementerian Perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Manado sekisar Rp 9.232.900.000. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon/Redaksi

Tags: , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan