Kejari Tomohon Tahan Tersangka Korupsi PD Pasar Beriman

Kejari Tomohon Tahan Tersangka Korupsi PD Pasar Beriman

Kejaksaan Negeri Kota Tomohon menahan 2 orang tersangka korupsi di PD Pasar Beriman Kota Tomohon.

Manado, PORTAL SULUT – Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tomohon menyerahkan Tersangka dan barang bukti (tahap II) pelaku tindak pidana korupsi di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon ke Jaksa Penuntut Umum, Rabu (10/07/2019).

Kedua tersangka merupakan mantan Direksi PD Pasar Beriman Kota Tomohon tahun 2015 – 2016.

Tersangka HK alias Hofny merupakan Direktur Utama PD Pasar Kota Tomohon.

Tersangka RN alias Rep merupakan Direktur Umum PD Pasar Kota Tomohon.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tomohon, Edy Winarko melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Wilke H Rabeta mengatakan kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran keuangan PD Pasar Beriman Kota Tomohon selang waktu Januari 2015 sampai dengan Maret Tahun 2016.

“Tersangka HF alias Hof saat menjabat sebagai Direktur Utama PD Pasar Beriman Kota Tomohon telah melakukan peminjaman dari Kas PD Pasar Beriman Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2015 dan Tahun Anggaran 2016. Begitu juga dengan Tersangka RN alias Rep yang saat itu menjabat sebagai Direktur Umum PD Pasar Beriman Kota Tomohon,” tulis Wilke melalui rilisnya yang disampaikan Kasie Penkum Kejati Sulut, Yoni Mallaka, SH.

Tersangka HF alias Hof meminjam sebesar Rp. 218.951.500,- (dua ratus delapan belas juta sembilan ratus lima puluh satu ribu lima ratus rupiah). Tersangka RN alias Rep meminjam sebesar Rp.199.833.000,- (seratus sembilan puluh sembilan juta delapan ratus tiga puluh tiga ribu rupiah), bebernya Wilke lagi.

“Hari ini, Rabu (10/06/2019), Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Tomohon telah melaksanakan penyerahan kedua Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tomohon,” tulis Wilke lagi.

Penyidik menemukan perbuatan kedua Tersangka HK dan Tersangka RN yang melakukan peminjaman dari Kas PD Pasar Beriman Kota Tomohon pada tahun anggaran 2015 dan tahun anggaran 2016 dipergunakan untuk kebutuhan pribadi, bukan untuk kebutuhan Perusahaan. Sehingga menyebabkan kerugian keuangan Negara/Kerugian Keuangan Daerah/Kerugian Perusahaan Daerah (PD) Pasar Beriman Kota Tomohon, ungkap Wilke.

“Kedua tersangka disangka telah melanggar Primair Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 Undang – Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Subsidiair pasal 3 Jo pasal 18 UU RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” jelas Wilke.

Untuk tersangka HK alias Hof dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Manado di Tomohon selama 20 hari, sedangkan tersangka Repsi dikarenakan sakit dilakukan penahanan rumah selama 20 hari, pungkasnya. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.