Polisi Berhasil Tangkap 4 Pelaku Penganiaya Anggota TNI

Polisi Berhasil Tangkap 4 Pelaku Penganiaya Anggota TNI

Polisi berhasil menangkap tersangka pelaku penganiayaan dan pengeroyokan anggota TNI AD yang menyebabkan korban meninggal dunia di Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu (29/06/2019) pukul 05.30 Wita.

Manado, PORTAL SULUT – Para tersangka pelaku penganiayaan dan pengeroyokan anggota TNI AD yang menyebabkan korban meninggal dunia, Sabtu (29/06/2019) pukul 05.30 Wita di Kawasan Mega Mas Manado, berhasil diringkus Polisi.

Hal tersebut terungkap saat dilakukan Jumpa Pers bersama antara Polda Sulut, Kodam XIII Merdeka dan Polresta Manado, di loby Mapolresta Manado, Minggu (30/6/2019).

Menurut Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat gelar jumpa pers mengungkapkan peristiwa tersebut berawal karena kesalahpahaman yang mengakibatkan penganiayaan  dan mengakibatkan meninggalnya korban.

“Penanganan awal kejadian sudah ditangani oleh Polresta dan Pomdam, kemudian dilakukan pengecekan TKP dan pemeriksaan saksi-saski. Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil diketahui identitas para pelaku,” ujarnya didampingi Kapendam Kolonel M Jaelani, Komandan Pomdam Kolonel Antonius dan Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel.

Petugas berhasil mengamankan 4 pelaku.

“Tiga orang kita jadikan sebagai tersangka, satu lagi sedang kita dalami perannya masing-masing,” jelasnya.

Hingga saat ini Polisi sudah memeriksa sebanyak 7 orang saksi.

“Penanganannya kita melakukan koordinasi dengan pihak Pomdam, dilakukan penanganan secara bersama,” terang Tompo lagi.

Pihaknya akan menerapkan pasal yang maksimal terhadap para tersangka tersebut, yaitu Pasal 338 sub 170 ayat 2 ketiga sub 354 sub 351 ketiga.

“Ancaman hukumannya bisa sampai 15 tahun penjara,” ujarnya.

Beberapa barang bukti juga berhasil disita diantaranya 2 buah ranmor roda dua, 1 senjata airsofgun, helm, pakaian dan hp.

“Pelaku berhasil kita tangkap cepat karena ada bantuan petunjuk dari CCTV,” ungkapnya.

Kapolresta Manado menambahkan, para pelaku ditangkap di tempat berbeda.

“Setelah kita melakukan olah TKP kemudian berkoordinasi dengan Reskrimum, ada yang ditangkap di Manado dan ada yang di luar Kota Manado,” ujar Kapolresta.

Terkait kasus ini, Kodam XIII Merdeka melalui Kapendam mengatakan Pangdam XIII Merdeka langsung memerintahkan seluruh Komandan Satuan untuk mengendalikan seluruh anggotanya, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak baik di Kota Manado.

“Seluruh anggotanya mempercayakan kepada pihak Polri dalam memproses hukum ini,” ujar Kapendam.

Terkait beredarnya video maupun foto kejadian dan korban, Kabid Humas pun megimbau kepada warga untuk tidak menyebarkannya.

“Ini bisa menimbukan kerawanan dan bisa menyinggung personal maupun kelompok maupun institusi. Nah untuk itu kita harapkan kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi apalagi yang bersifat hoax atau tidak benar, karena ini nantinya akan berdampak memecah suasana, bisa memprovokasi dan mengganggu kamtibmas,” imbau Tompo.

Ia juga meminta kepada masyarakat yang terlanjur memposting peristiwa tersebut agar dicabut kembali.

“Karena gambar tersebut mengandung aksi kekerasan dan sadisme. Edukasi masyarakat diperlukan dan itu akan menyinggung rasa kemanusiaan dari pihak keluarga,” kuncinya. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.