Kejati Sulut Tahan Pembobol Rp 4,5 M Dana KUR BRI Cabang Boulevard Manado

Kejati Sulut Tahan Pembobol Rp 4,5 M Dana KUR BRI Cabang Boulevard Manado

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menahan dua orang tersangka kasus KUR BRI Cabang Boulevard Manado berinisial SJT alias Aya dan AHP alias Midun, Selasa (02/07/2019).

Manado, PORTAL SULUT – Sistem keamanan dan verifikasi penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk di bobol pegawainya SJT alias Aya.

Wanita SJT yang merupakan Account Officer BRI (Persero) Tbk cabang Boulevard Manado ini tak sendiri menjalankan aksinya.

Ia dibantu AHP alias Midun, selaku pihak ketiga (broker/Perantara) yang melakukan pengajuan  Kredit bermasalah/fiktif dengan membuat persyaratan palsu.

Aksi kedua pelaku harus berakhir setelah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) pada Selasa, tanggal (02/07/2019) menetapkan keduanya sebagai tersangka.

SJT alias Aya ditetapkan sebagai tersangka melalui surat nomor : B-951/R.1/Fd.1/07/2019 tertanggal 2 Juli 2019.

Untuk AHP alias Midun ditetapkan sebagai tersangka melalui surat nomor : B-952/R.1/Fd.1/07/2019 tanggal 2 Juli 2019.

Kedua tersangka yang terbilang nekat ini melakukan aksinya sepanjang tahun 2016-2017.

Akibat perbuatan kedua tersangka menimbulkan kerugian negara sekira Rp. 4.543.033.604.- (empat milyar lima ratus empat puluh tiga juta tiga puluh tiga ribu enam ratus empat rupiah).

Aksi SJT terbongkar setelah terjadi kredit macet atau Non Perrforming Loan (NPL) beberapa debitur yang mengikuti Kredit Program yakni Kredit Pangan Non KUR dan Kredit KUR Ritel di BRI cabang Boulevard Manado.

Setelah dilakukan Audit Investigasi ditemui kemudian kredit bermasalah tersebut menggunakan syarat kredit palsu atau tidak sesuai dengan usaha yang ada dan semua di prakarsai SJT alias Aya.

“Penyidik melakukan Penahanan kepada kedua tersangka masing-masing selama 20 (dua puluh) hari, terhitung mulai tanggal 2 Juli 2019 sampai dengan tanggal 21 Juli 2019,” ujar Kasie Penkum Kejati Sulut, Yoni E Mallaka, SH.

Menurut Mallaka, keduanya diganjar dengan Undang-undang tindak pidana korupsi.

“Kedua tersangka dikenakan pasal 2, pasal 3, pasal 9, pasal 11 dan pasal 18 ayat (1), (2), (3), UU Tipidkor nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan oleh UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP,” kunci Mallaka. (Portalsulut.com)

Penulis : Simon Siagian

Tags: , , ,
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.